Rabu, 07 Maret 2012

Mimpi

berjalan AKU lelah
berjalan aku LETIH

Cahaya hilang
tertutup daun
musim gugur
LAYU, KERING

benci melihat
benci mendengar

mata telingaKU
tak sanggup
AKU lelah
LETIH

Jumat, 24 Februari 2012

Kepemimpinan Pendidikan

Kepemimpinan Pendidikan
            Beberapa definisi kepemimpinan diantaranya kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok yang diorganisir menuju kepada penentu dan pencapaian tujuan. Pengertian lain, kepemimpinan adalah individu di dalam kelompok yang memberikan tugas pengarahan dan pengorganisasian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok. Definisi tentang pendidikan adalah :
1.  Proses dimana seseorang yang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya dimasyarakat tempat dia hidup.
2.  Proses dimana orang dihadapkam pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol sehingga mereka mengalami perkembangan kemampuan sosial dan individu yang optimal.
            Maka pengertian dari kepemimpinan pendidikan adalah suatu kesiapan, kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam proses mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pengajaran agar segenap kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan.
            Fungsi utama pemimpin pendidikan adalah untuk belajar memutuskan dan bekerja, antara lain :
1.      Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama, dengan penuh rasa kebebasan.
2.      Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir diri, yaitu ikut serta dalam memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan menjelaskan tujuan.
3.      Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu kelompok dalam menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur mana yang paling praktis dan efektif.
4.      Pemimpin bertanggungjawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok. Pemimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman. Pemimpin mempunyai tanggungjawab untuk melatih kelompok menyadari proses dan isi pekerjaan yang dilakukan dan berani menilai hasilnya secara jujur dan objektif.
5.      Pemimpin bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi.
            Menurut pendapat saya, banyak hal yang mempengaruhi pendidikan salah satunya adalah pemimpinan pendidikan, karena pimpinan pendidikan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pendidikan. Sehingga seseorang yang dipilih untuk menjadi pimpinan pendidikan adalah seseorang yang mempunyai keterampilan khusus, sebagaiman dijelaskan dalam fungsi utama pemimpin. Pemimpin juga harus mempunyai sikap yang baik terhadap kelompoknya. Terkadang pemimpin bersikap sewenang-wenang karena pemimpin tersebut merasa dia yang menguasi dalam kelompok. Padahal seperti dijelaskan dalam fungsi utama pemimpin, seharusnya pemimpin harus dapat mengayomi anggota lainnya untuk dapat bekerjasama. Pemimpin harus menyadari bahwa dalam mencapai suatu tujuan harus dilakukan secara bersama-sama. Sehingga baik pemimpin maupun anggota dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan baik.
Sumber :
Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan. (2010). Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Jurusan Administrasi Pendidikan
Purnomo, Dony. (2009). Kepemimpinan Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://dony.blog.uns.ac.id/2010/06/04/ kepemimpinan-pendidikan/. [19 Februari 2012]

Sabtu, 07 Januari 2012


Ø  HIPOTESIS URUTAN ALAMIAH
            Hipotesis urutan alamiah tidak menyatakan bahwa setiap pengakuisisi (orang) atau penerima akan memperoleh struktur gramatikal dalam urutan yang sama persis. Menurut hipotesis ini, terdapat urutan – urutan alamiah dalam pemerolehan bahasa. Baradja mengemukakan bahwa hipotesis ini didukung penelitian – penelitian yang dilakukan oleh Brown, Dulay, dan Burt. 
            Hal itu tidak berarti bahwa urutan pemerolehan bahasa  sama bagi setiap orang. Tetapi secara umum terdapat urutan alamiah yang hampir sama antara proses yang diikuti oleh anak – anak dalam pemerolehan bahasa pertama dan proses yang diikuti oleh orang dewasa dalam pemerolehan bahasa kedua.
            Hipotesis urutan alam telah dikonfirmasi untuk berbagai struktur dalam peneriamaan bahasa pertama anak. Brown memetakan pertumbuhan empat belas morfem gramatikal dari waktu ke waktu dalam tiga anak (studi longitudinal) dan menemukan kesamaan yang mencolok dalam rangka penerimaan (tetapi tidak dalam tingkat penerimaan, topik akan kita bahas kemudian). Brown juga menyimpulkan bahwa hasil yang konsisten dengan hasil peneliti lain. Rekan Brown, Jill dan Peter de Villiers, menegaskan bahwa ada kesamaan anak-anak cenderung untuk mendapatkan hak lebih sering adalah struktur yang sama bahwa Brown menemukan diperoleh pada awal penelitian longitudinal nya.
            Sebuah penemuan berikutnya yang sangat penting adalah bahwa anak-anak memperoleh bahasa Inggris sebagai bahasa kedua juga menunjukkan tatanan alam untuk morfem gramatikal. Dalam serangkaian studi, Dulay dan Burt melaporkan bahwa anak-anak memperoleh bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di berbagai bagian Amerika Serikat dan dengan bahasa pertama yang berbeda (Cina dan Spanyol), menunjukkan urutan kesulitan sangat mirip kata-kata berbagai fungsi dan morfem gramatikal. Hasil ini telah dikonfirmasi oleh sebagian besar penelitian lain menggunakan acquirers anak bahasa kedua. Bahkan lebih mengejutkan, dalam pendapat kami, adalah menemukan bahwa orang dewasa juga menunjukkan urutan morfem gramatikal alami.
Ø  HIPOTESIS MONITOR
Hipotesis ini menyatakan bahwa pembelajaran yang sadar memiliki fungsi yang sangat terbatas dalam kinerja bahasa orang dewasa kedua: hanya bisa digunakan sebagai monitor, atau editor. Hipotesis mengatakan bahwa ketika kita menghasilkan ucapan-ucapan dalam bahasa kedua, ucapan adalah "diprakarsai" oleh sistem yang diperoleh.Dan belajar sadar kita hanya datang ke dalam bermain nanti. Kita dapat menggunakan monitor untuk membuat perubahan dalam ucapan kami hanya setelah ucapan telah dihasilkan oleh sistem yang diperoleh. Hal ini mungkin terjadi sebelum kita benar-benar berbicara atau menulis, atau mungkin tidak pernah terjadi setelah.
Menurut hipotesis ini juga, proses pemelajaran di kelas hanya memiliki kegunaan yang terbatas dalam perilaku kebahasaan orang dewasa. Hasil yang diperoleh dari pemelajaran hanya akan berfungsi sebagai monitor atau penyunting kalimat yang akan atau sudah dihasilkan. Apabila proses monitor tersebut dilakukan sebelum kalimat dihasilkan, proses ini menjadi kegiatan mental yang menghasilkan kalimat yang diinginkan. Sebaliknya, apabila proses itu dilakukan sesudahnya, monitor tersebut merupakan koreksi terhadap kalimat yang dihasilkan.
Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi untuk menggunakan monitor dengan sukses :
1.      Pembicara harus memiliki cukup waktu
2.      Pembicara memfokuskan perhatian pada bentuk (kaidah bahasa)
3.      Pembicara mengetahui aturan – aturan tata bahasa sasaran